fbpx

Tentang Beli Kreatif
Sumatera Selatan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara konsisten mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo pada tanggal 14 Mei 2020. Sejalan dengan komitmen pada gerakan tersebut, di tahun 2022 ini Kemenparekraf menginisiasi program Beli Kreatif Sumatera Selatan (BKSS) yang merupakan program turunan dari Gernas BBI. Program ini merupakan sinergi antara Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan juga mitra “top brands” dalam rangka pemberdayaan UMKM, khususnya pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) pada sub sektor fesyen, kriya & kuliner yang berada di wilayah Sumatera Selatan.

Secara resmi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Sandiaga Uno bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ibu Angela Tanoesoedibjo yang juga didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Bapak H. Herman Deru telah meluncurkan program BKSS pada tanggal 14 September 2022 yang bertempat di Griya Agung Palembang. 

Program ini melibatkan 200 pelaku ekraf yang telah lolos kurasi untuk diikutkan pada pelatihan, pendampingan, dan perluasan pasar dalam rangka meingkatkan omzet dan skala usahnya. Sehingga para pelaku ekraf tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan mampu berkontribusi dalam pemulihan perekonomian nasional, khususnya di wilayah Sumatera Selatan

Pelatihan yang dilakukan pada 200 pelaku ekraf peserta BKSS berisi mengenai materi yang meliputi visi dan misi usaha, perekrutan dan pengelolaan karyawan, perpajakan, panduan on-boarding di marketplace sebagai upaya perluasan pasar, laporan keuangan, siap ekspor, pembuatan NIB, keuangan bisnis, dan teknik closing sebagai upaya meningkatkan penjualan. Pelatihan ini didukung oleh narasumber yang ahli dalam bidang terkait dan fasilitator UMKM yang turut memantau keaktifan peserta selama pelatihan berlangsung. 

Lebih lanjut lagi, implementasi dan pemahaman materi pelatihan juga turut dipantau oleh tim pendampingan yang melakukan monitoring dan penugasan secara berkala kepada para pelaku ekraf. Secara intensif, pendampingan bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peserta untuk berkonsultasi terkait proses bisnisnya. Pada proses pendampingan juga terdapat kelas online terjadwal yang masih terkait dengan optimasi proses bisnis dan penjualan. Materi dari kelas online tersebut meliputi keuangan bisnis (Penghitungan HPP), strategi meluaskan pemasaran, teknik meningkatkan penjualan, dan jalur distribusi reseller. Hasil dari pendampingan ini adalah laporan mengenai monitoring perkembangan proses bisnis, peningkatan omzet, dan peningkatan tenaga kerja pelaku ekraf.
Berita

Didukung Oleh: